Rabu, 18 Maret 2009
Selasa, 06 Januari 2009
Ini Dia Obrolan Nyantai (NYANGKUT POLITIK DIKIT) di Pak Kuwat.
“Wis do balik Jakarta rung? Nek during mengko bengi “ngehik†ditempate pak kuwat yuk!â€
Sms mas agung tak terima pas aku sedang menikmati lezatnya udang saos tiram di pantai depok, saat itu tepatnya jam 15.30, tgl 29 Desember. Meski jarak antara Pantai depok ke delanggu tidak dekat, tapi tawaran mas agung langsung tak iyakan. “Setelah Isya mas aku bisa gabungâ€, segera tak bales sms-nya.
Benar juga, kurang dari jam 8 malam mas agung dah sms kalo dia dah ada di angkringannya pak kuwat, segera saja aku meluncur kesana. Terlihat mas agung baru ngobrol sama lelaki yang usianya mungkin diatasku sedikit, mas Kosim namanya setelah kami berkenalan. Perlu tak sampaikan juga pada temen-temen milis, kalau mas Kosim inilah yang selama ini dengan penuh idealisme menggawangi warta delanggu, mulai dari mendevelop, mengupdate maupun memaintain agar blog delanggu ini masih tetap bisa menyuarakan berita-berita delanggu agar bisa di simak oleh seluruh jagat dunia…dengan tagline-nya pawartos ingkang wigatos..heee.
Tak lupa aku pesan jeruk panas pada pak santosa, yang merupakan anak pak kuwat entah yang ke berapa aku lupa menanyakan. Ketika menikmati minuman ini, Ingatan sejenak melayang ke masa lalu ketika masih sering malam-malam nyari minuman penghangat. Tujuannya mesti, dari perempatan delanggu ke utara sedikit kulon ndalan tepatnya di depan toko mas nogo, itulah angkringan pak kuwat.
Angkringan pak Kuwat adalah legenda sendiri bagi cah delanggu, lahir tahun 60 an jauh sebelum idiom kata angkringan itu muncul. Mungkin se usia aku belum begitu membekas kenangan –kenangan itu tapi bagi mas-mas, bapak-bapak yang usia diatasku apalagi yang sering keluar malam angkringan pak Kuwat adalah memori sendiri. Bagaimana nuansa khasnya ketika menikmati sego langgi dengan hanya diterangi teplok, kaki kanan dinaikin ke dipan sambil ngobrol, rasa belut gorengnya yang gurih, apalagi empalnya hemmm…hemmm rasanya khas...(jadi pengen kesana lagi nih). Sekian lama tidak ada yang berubah menu-menunya. Hanya mungkin tampilan luarnya sudah mendapat sentuhan print digital tertulis “Angkringan Pak kuwatâ€â€¦(mungkin sudah menyewa konsultan dari guide grafis kali..heee).
Dari obrolan bertiga (aku, mas agung, mas kosim) tercetus keinginan untuk mengembangkan warta delanggu menjadi sebuah website delanggu yang lebih bagus, baik desain tampilannya, content yang selalu di update sampai kira-kira berapa SDM maupun anggaran yang diperlukan…(monggo kagem mas-mas, bapak-bapak ingkang badhe nyumbang ide, pikiran, apalagi dana untuk itu). Seperti yang menjadi keinginan mas khosim dengan keberadaan cah-cah delanggu yang menyebar ke seantero dunia ini perlu adanya media online yg menjadi sumber informasi actual tentang kota delanggu yang kita cintai ini…(nggih mekaten to mas kosim?).
Obrolan kita makin gayeng lan komplit setelah hadirnya sang juru semangat…mas Koekoeh Hadi Santosa heee. Setelah tancap gas dengan motornya untuk sampai ke angkringan pak kuwat. bapaknya damar ignas ini tancap gas dengan tema obrolan paling update yakni KLATEN 01. “Wis pokoke tahun 2010 harus menjadi milik cah delanggu!†persis seperti bung tomo pada saat perang melawan aggressor walondo. “Mulai saiki kita mesti merapatkan barisan, jangan independen, paling rasional lewat parpol..†imbuhnya..(oalah mas kukuh…mas kukuh lhawong sampeyan kuwi dadi wargo cah delanggu pupuk bawang wae, rak lenggahe wonten karanglo polanharjo to? Heee , nanging semangate…jan top tenan). Pripun niki mas anto?...di lanjuttt?
Personel obrolan bertambah dengan datangnya mas agus setiawan, yang sekarang tinggalnya di perumahan depan smp 1 delanggu. Ternyata dulu kakak kelasku di smp 1 dulu. Terus terang aku nggak terlalu ingat mas agus kerja di mana..yang jelas tempatnya di purwokerto. Selang beberapa saat mas joko tlobong yang beboncengan sama mas sulis ikut bergabung. Mas joko aku dah pernah ketemu pas acara di deperindag. Klo mas sulis itu ternyata adiknya mbak candra juraganny perhiasan.
Wee lha Kebetulan sekali pas lagi ngetik berita pawartos delanggu ini email mas jokonya mbak mamik masuk ke milis menawarkan tempat untuk secretariat, monggo mas kosim dipun follow up. (mas kosimlah yang kemaren siap untuk jogo gawang klo ada sekretariat di delanggu), opo maneh panggonnane cedak karo omahku..heee.
Disela-sela obrolan mas koekoeh ternyata sudah menyiapkan kamera, untuk jepret-jepret mengabadikan moment ini (ditunggu mas gek ndhang di upload). Setelah ngobrol ngalor-ngidul baik yang boleh di upload maupun yang off the record kita semua bubar saat jarum jam nunjuk angka sebelas. Tidak lupa mas koekoeh juga menempelkan stiker kebanggaan cah delanggu tepat di tengah-tengah angkringannya pak kuwat (monggo kagem rencang-rencang yen pulang kampong mirsani sinambi nyruput wedang jeruke).mekaten matur nuwun.
Sms mas agung tak terima pas aku sedang menikmati lezatnya udang saos tiram di pantai depok, saat itu tepatnya jam 15.30, tgl 29 Desember. Meski jarak antara Pantai depok ke delanggu tidak dekat, tapi tawaran mas agung langsung tak iyakan. “Setelah Isya mas aku bisa gabungâ€, segera tak bales sms-nya.
Benar juga, kurang dari jam 8 malam mas agung dah sms kalo dia dah ada di angkringannya pak kuwat, segera saja aku meluncur kesana. Terlihat mas agung baru ngobrol sama lelaki yang usianya mungkin diatasku sedikit, mas Kosim namanya setelah kami berkenalan. Perlu tak sampaikan juga pada temen-temen milis, kalau mas Kosim inilah yang selama ini dengan penuh idealisme menggawangi warta delanggu, mulai dari mendevelop, mengupdate maupun memaintain agar blog delanggu ini masih tetap bisa menyuarakan berita-berita delanggu agar bisa di simak oleh seluruh jagat dunia…dengan tagline-nya pawartos ingkang wigatos..heee.
Tak lupa aku pesan jeruk panas pada pak santosa, yang merupakan anak pak kuwat entah yang ke berapa aku lupa menanyakan. Ketika menikmati minuman ini, Ingatan sejenak melayang ke masa lalu ketika masih sering malam-malam nyari minuman penghangat. Tujuannya mesti, dari perempatan delanggu ke utara sedikit kulon ndalan tepatnya di depan toko mas nogo, itulah angkringan pak kuwat.
Angkringan pak Kuwat adalah legenda sendiri bagi cah delanggu, lahir tahun 60 an jauh sebelum idiom kata angkringan itu muncul. Mungkin se usia aku belum begitu membekas kenangan –kenangan itu tapi bagi mas-mas, bapak-bapak yang usia diatasku apalagi yang sering keluar malam angkringan pak Kuwat adalah memori sendiri. Bagaimana nuansa khasnya ketika menikmati sego langgi dengan hanya diterangi teplok, kaki kanan dinaikin ke dipan sambil ngobrol, rasa belut gorengnya yang gurih, apalagi empalnya hemmm…hemmm rasanya khas...(jadi pengen kesana lagi nih). Sekian lama tidak ada yang berubah menu-menunya. Hanya mungkin tampilan luarnya sudah mendapat sentuhan print digital tertulis “Angkringan Pak kuwatâ€â€¦(mungkin sudah menyewa konsultan dari guide grafis kali..heee).
Dari obrolan bertiga (aku, mas agung, mas kosim) tercetus keinginan untuk mengembangkan warta delanggu menjadi sebuah website delanggu yang lebih bagus, baik desain tampilannya, content yang selalu di update sampai kira-kira berapa SDM maupun anggaran yang diperlukan…(monggo kagem mas-mas, bapak-bapak ingkang badhe nyumbang ide, pikiran, apalagi dana untuk itu). Seperti yang menjadi keinginan mas khosim dengan keberadaan cah-cah delanggu yang menyebar ke seantero dunia ini perlu adanya media online yg menjadi sumber informasi actual tentang kota delanggu yang kita cintai ini…(nggih mekaten to mas kosim?).
Obrolan kita makin gayeng lan komplit setelah hadirnya sang juru semangat…mas Koekoeh Hadi Santosa heee. Setelah tancap gas dengan motornya untuk sampai ke angkringan pak kuwat. bapaknya damar ignas ini tancap gas dengan tema obrolan paling update yakni KLATEN 01. “Wis pokoke tahun 2010 harus menjadi milik cah delanggu!†persis seperti bung tomo pada saat perang melawan aggressor walondo. “Mulai saiki kita mesti merapatkan barisan, jangan independen, paling rasional lewat parpol..†imbuhnya..(oalah mas kukuh…mas kukuh lhawong sampeyan kuwi dadi wargo cah delanggu pupuk bawang wae, rak lenggahe wonten karanglo polanharjo to? Heee , nanging semangate…jan top tenan). Pripun niki mas anto?...di lanjuttt?
Personel obrolan bertambah dengan datangnya mas agus setiawan, yang sekarang tinggalnya di perumahan depan smp 1 delanggu. Ternyata dulu kakak kelasku di smp 1 dulu. Terus terang aku nggak terlalu ingat mas agus kerja di mana..yang jelas tempatnya di purwokerto. Selang beberapa saat mas joko tlobong yang beboncengan sama mas sulis ikut bergabung. Mas joko aku dah pernah ketemu pas acara di deperindag. Klo mas sulis itu ternyata adiknya mbak candra juraganny perhiasan.
Wee lha Kebetulan sekali pas lagi ngetik berita pawartos delanggu ini email mas jokonya mbak mamik masuk ke milis menawarkan tempat untuk secretariat, monggo mas kosim dipun follow up. (mas kosimlah yang kemaren siap untuk jogo gawang klo ada sekretariat di delanggu), opo maneh panggonnane cedak karo omahku..heee.
Disela-sela obrolan mas koekoeh ternyata sudah menyiapkan kamera, untuk jepret-jepret mengabadikan moment ini (ditunggu mas gek ndhang di upload). Setelah ngobrol ngalor-ngidul baik yang boleh di upload maupun yang off the record kita semua bubar saat jarum jam nunjuk angka sebelas. Tidak lupa mas koekoeh juga menempelkan stiker kebanggaan cah delanggu tepat di tengah-tengah angkringannya pak kuwat (monggo kagem rencang-rencang yen pulang kampong mirsani sinambi nyruput wedang jeruke).mekaten matur nuwun.
Jumat, 31 Oktober 2008
ANDHONG! ANGKUTAN SPANJANG MASA
Oleh:Iwan Wirawan

ANDHONG, Salah satu alat transportasi yang tak terlupakan di Delanggu tercinta ini.
Pas pulang mudik lebaran kemarin, mencoba untuk bernostalgia mencoba naik andhong yang setiap hari banyak wira-wiri di depan rumah Ibu-ku.
Sambil menunggu duduk di teras, tak lama kemudian lewatlah andhong yang ditunggu, ternyata kusirnya masih familiar dengan wajah saya yang sudah 17 tahun meninggalkan kota Delanggu tercinta. (tapi tetap tiap tahun minimal 2x pulang nDlanggu seeh, home sick J). Klik klok klik klok klik klok, enak juga ... berdua dengan anak-ku satu-satunya yang sejak dari Jakarta sudah membayangkan ingin naik andhong setibanya dirumah mbah putrinya nanti.
“Biasane sedhino ngerit piro Mas” tanyaku kepada Mas Wanto, pak kusir andong tersebut. “Nggih saget ping tigo Mas”, kebetulan rumah Ibu saya di desa Tegalsari, pas perbatasan kecamatan delanggu dengan kecamatan Polanharjo, dan andhong yang lewat depan rumah biasanya trayek Prapatan nDlanggu – Koripan. Saya hitung-hitung, kalo sekali narik rata-rata penumpang 7-8 orang, dan tarif per orang Rp. 3K berarti sehari bisa dapet sekitar 75K. Itu jika kondisi ramai, dan kalo pas apes Cuma narik sehari 2 x, dan penumpang 5 orang pun sudah diangkut. “Rendheng-e sakniki larang Mas, terus padhose kedhah wonten Tozuro (baca : Kartosuro), jaran setunggal niki mboten cekap 25K sedhinten, dedhak kathul kalih rendheng” tambah mas Wanto. Sungguh suatu pengalaman yang tak ternilai untuk bisa sharing dengan Pak Kusir, dengan logat dan percakapan serta gaya yang khas Jowo-an, rasanya aman .. damai ... Sambil menikmati indahnya pemandangan sawah yang terbentang luass dan sudah saatnya u/ dipanen. Gak seperti di Jakarta yang setiap pagi sudah dihadapkan dengan kemacetan dan penuh stresss....
Wass,

ANDHONG, Salah satu alat transportasi yang tak terlupakan di Delanggu tercinta ini.
Pas pulang mudik lebaran kemarin, mencoba untuk bernostalgia mencoba naik andhong yang setiap hari banyak wira-wiri di depan rumah Ibu-ku.
Sambil menunggu duduk di teras, tak lama kemudian lewatlah andhong yang ditunggu, ternyata kusirnya masih familiar dengan wajah saya yang sudah 17 tahun meninggalkan kota Delanggu tercinta. (tapi tetap tiap tahun minimal 2x pulang nDlanggu seeh, home sick J). Klik klok klik klok klik klok, enak juga ... berdua dengan anak-ku satu-satunya yang sejak dari Jakarta sudah membayangkan ingin naik andhong setibanya dirumah mbah putrinya nanti.
“Biasane sedhino ngerit piro Mas” tanyaku kepada Mas Wanto, pak kusir andong tersebut. “Nggih saget ping tigo Mas”, kebetulan rumah Ibu saya di desa Tegalsari, pas perbatasan kecamatan delanggu dengan kecamatan Polanharjo, dan andhong yang lewat depan rumah biasanya trayek Prapatan nDlanggu – Koripan. Saya hitung-hitung, kalo sekali narik rata-rata penumpang 7-8 orang, dan tarif per orang Rp. 3K berarti sehari bisa dapet sekitar 75K. Itu jika kondisi ramai, dan kalo pas apes Cuma narik sehari 2 x, dan penumpang 5 orang pun sudah diangkut. “Rendheng-e sakniki larang Mas, terus padhose kedhah wonten Tozuro (baca : Kartosuro), jaran setunggal niki mboten cekap 25K sedhinten, dedhak kathul kalih rendheng” tambah mas Wanto. Sungguh suatu pengalaman yang tak ternilai untuk bisa sharing dengan Pak Kusir, dengan logat dan percakapan serta gaya yang khas Jowo-an, rasanya aman .. damai ... Sambil menikmati indahnya pemandangan sawah yang terbentang luass dan sudah saatnya u/ dipanen. Gak seperti di Jakarta yang setiap pagi sudah dihadapkan dengan kemacetan dan penuh stresss....
Wass,
Sabtu, 25 Oktober 2008
WIRA TANI, Toko Pertanian Yang Dekat Dengan Petani
Oleh: MAS OLIQ/ MAS MAMAT

Kota Delanggu adalah daerah yang sangat sejuk, berada diwilayah kaki perbukitan Gunung Merapi. Sepanjang mata memandang terhampar luas sawah, pertanian, dan ladang-ladang yang menghijau. Kalau Anda sering mendengar atau bahkan makan nasi dari beras “Rojo Lele Delanggu”, di kota yang sejuk inilah tanaman padi itu tumbuh subur. Pertanian menjadi lahan pekerjaan sebagian besar masyarakatnya. Delanggu adalah sebuah kota Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Klaten.
Bersebelahan dengan Kota Delanggu, yang masih berada di Kabupaten Klaten juga, terdapat Kecamatan Karang Anom. Di sini juga masih banyak terdapat lahan pertanian, sehingga disetiap kanan kiri jalan banyak ditumbuhi tanaman padi, jagung, cabai, tomat, mentimun, yang sangat terawat dengan baik. Ya memang, Petani-petani itulah yang setiap hari merawat sawah-sawah dan ladang-ladang mereka.
Kehidupan para Petani di Karang Anom sangatlah sederhana, asal mereka mampu memenuhi kebutuhan makan, minum itu sudah cukup. Tidak seperti kehidupan di kota yang penuh dengan intrik dan manipulasi, persis yang ada di sinetron-sinetron sekarang. Tetapi Anda jangan kaget, Petani-Petani itu akan sangat profesional ketika berhadapan dengan sawah atau ladang-ladang mereka. Mereka tahu persis, kapan harus menanam, kapan harus memberi pupuk, seberapa banyak air yang dibutuhkan untuk menyiram, sehingga akan menghasilkan panen yang bagus.

Toko Pertanian
Bicara masalah pertanian di Karang Anom, adalah tidak terlepas adanya sebuah Toko Pertanian yang sudah cukup lama melekat di hati para Petani. Keberadaan Toko WIRA TANI, yang di kelola oleh dua orang Insinyur Pertanian jebolan UNS, ini mampu mengimbangi menyediakan kebutuhan para Petani. Para Petani sudah begitu akrab dengan toko ini, apalagi keberadaan toko yang sudah cukup lama berdiri menemani para Petani. Ya mereka adalah sepasang Suami Istri Ir. Rahmat dan Ir. Witing (WIRA-Witing dan Rahmat). Naluri keilmuan merekalah yang mengilhami untuk membuka toko menyediakan keperluan para Petani. Mereka berdua ingin memberikan sebesar-besarnya ilmu pertanian -yang diperoleh di bangku kuliah- kepada masyarakat Petani.
Toko WIRA TANI banyak menyediakan pupuk (rabuk, bahasa jawanya), yang katanya akhir-akhir ini banyak menghilang dari toko-toko pertanian. Sehingga petani kesulitan mencari pupuk, yang ada sih harganya menjadi mahal. Ya mahal, karena persediaan pupuk sedikit tetapi permintaan banyak. Tetapi Toko ini berusaha untuk tetap menyediakan pupuk, kalaupun ada sedikit, ya di bagi-bagi sedikit-sedikitlah kepada para Petani. Jangan sampai diborong oleh seorang Petani saja, sementara yang lain nggak kebagian.
Toko WIRA TANI juga menyediakan bibit atau benih berbagai macam tanaman padi dan palawija, ada bibit terong, cabe, mentimun, sawi, dan masih banyak lagi. Yang jelas nggak ada bibit penyakit. Ngomong-omong masalah bibit, Penulis sudah beberapa kali mengunjungi tempat ini (ya dong, masa sama adiknya nggak silaturahim), dan sepulang dari toko ini membawa beberapa bibit untuk di tanam di rumah. Dan hasilnya, anak-anak senang ketika mereka ikut menanam dan melihat bibit-bibit yang ditaman itu mulai tumbuh.

Toko WIRA TANI juga menyediakan berbagai macam pestisida, banyak deh merknya. Nah serangan ataupun gangguan pada tanaman sering juga dijumpai para Petani. Kecuali kalau Pak Tani nanamnya ganja, yang datang sih bukannya ulat, tapi Pak Polisi. Gangguang itu datang dari tamu-tamu tak diundang, ada tikus, serangga, kepik, walang sangit, ulat, apalagi ya. Tetapi sebenarnya sih maksud mereka (tikus, serangga, kepik, walang sangit, ulat dll) hanya mencari makan, sama seperti kita, tetapi itu makanan bukan untuk dihabiskan semuanya. Tahu dirilah, Pak Tani kan sudah susah-susah nanamnya, eh dimakan sama mereka. Dan Pak Tani juga harus pandai-pandai mengusir mereka, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan (loh, kayak manusia saja). Jadi Pak Tani pakai pestisidanya jangan keterlaluan, yang penting cukup mengusir hewan-hewan itu.
Dimana sih letaknya Toko WIRA TANI? Sebenarnya tidak sulit untuk menuju ke Toko itu, toko itu ada di pinggir jalan (ya dong, masak di pinggir kali). Kalau melakukan perjalanan dari Jogja ke Solo, kira-kira 5 km sebelum memasuki kota Delanggu dari arah Jogja. Anda akan melihat Sub Terminal Bis “Penggung”, nah seberang terminal itu ada jalan beraspal yang menuju ke arah Karang Anom. Kalau dari arah Jogja berarti ada di sebelah kiri jalan, jangan lurus terus nanti sampai Solo. Sepanjang jalan aspal itu Anda akan disambut kanan kiri dengan sawah dan ladang, rumah juga ada sih. Setelah sesampainya di pertigaan yang ada SMA Karang Anom dan SMP 4 Karang Anom, tidak jauh dari situ kira-kira 200 m di kiri jalan Anda akan temui papan nama Toko WIRA TANI. Tepatnya berada di RT 02 RW 06 Desa Karang Anom, Kecamatan Karang Anom. Itulah keberadaan Toko WIRA TANI yang siap menyambut para Petani.
Dan terakhir, Rahmat & Witing –Pemilik Toko- bukanlah malaikat yang selalu benar dalam berbuat. Mohon dimaklumi, masih muda masih banyak belajar, masih banyak salah. Tetapi tetap berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para Petani.

Kota Delanggu adalah daerah yang sangat sejuk, berada diwilayah kaki perbukitan Gunung Merapi. Sepanjang mata memandang terhampar luas sawah, pertanian, dan ladang-ladang yang menghijau. Kalau Anda sering mendengar atau bahkan makan nasi dari beras “Rojo Lele Delanggu”, di kota yang sejuk inilah tanaman padi itu tumbuh subur. Pertanian menjadi lahan pekerjaan sebagian besar masyarakatnya. Delanggu adalah sebuah kota Kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Klaten.
Bersebelahan dengan Kota Delanggu, yang masih berada di Kabupaten Klaten juga, terdapat Kecamatan Karang Anom. Di sini juga masih banyak terdapat lahan pertanian, sehingga disetiap kanan kiri jalan banyak ditumbuhi tanaman padi, jagung, cabai, tomat, mentimun, yang sangat terawat dengan baik. Ya memang, Petani-petani itulah yang setiap hari merawat sawah-sawah dan ladang-ladang mereka.
Kehidupan para Petani di Karang Anom sangatlah sederhana, asal mereka mampu memenuhi kebutuhan makan, minum itu sudah cukup. Tidak seperti kehidupan di kota yang penuh dengan intrik dan manipulasi, persis yang ada di sinetron-sinetron sekarang. Tetapi Anda jangan kaget, Petani-Petani itu akan sangat profesional ketika berhadapan dengan sawah atau ladang-ladang mereka. Mereka tahu persis, kapan harus menanam, kapan harus memberi pupuk, seberapa banyak air yang dibutuhkan untuk menyiram, sehingga akan menghasilkan panen yang bagus.

Toko Pertanian
Bicara masalah pertanian di Karang Anom, adalah tidak terlepas adanya sebuah Toko Pertanian yang sudah cukup lama melekat di hati para Petani. Keberadaan Toko WIRA TANI, yang di kelola oleh dua orang Insinyur Pertanian jebolan UNS, ini mampu mengimbangi menyediakan kebutuhan para Petani. Para Petani sudah begitu akrab dengan toko ini, apalagi keberadaan toko yang sudah cukup lama berdiri menemani para Petani. Ya mereka adalah sepasang Suami Istri Ir. Rahmat dan Ir. Witing (WIRA-Witing dan Rahmat). Naluri keilmuan merekalah yang mengilhami untuk membuka toko menyediakan keperluan para Petani. Mereka berdua ingin memberikan sebesar-besarnya ilmu pertanian -yang diperoleh di bangku kuliah- kepada masyarakat Petani.
Toko WIRA TANI banyak menyediakan pupuk (rabuk, bahasa jawanya), yang katanya akhir-akhir ini banyak menghilang dari toko-toko pertanian. Sehingga petani kesulitan mencari pupuk, yang ada sih harganya menjadi mahal. Ya mahal, karena persediaan pupuk sedikit tetapi permintaan banyak. Tetapi Toko ini berusaha untuk tetap menyediakan pupuk, kalaupun ada sedikit, ya di bagi-bagi sedikit-sedikitlah kepada para Petani. Jangan sampai diborong oleh seorang Petani saja, sementara yang lain nggak kebagian.
Toko WIRA TANI juga menyediakan bibit atau benih berbagai macam tanaman padi dan palawija, ada bibit terong, cabe, mentimun, sawi, dan masih banyak lagi. Yang jelas nggak ada bibit penyakit. Ngomong-omong masalah bibit, Penulis sudah beberapa kali mengunjungi tempat ini (ya dong, masa sama adiknya nggak silaturahim), dan sepulang dari toko ini membawa beberapa bibit untuk di tanam di rumah. Dan hasilnya, anak-anak senang ketika mereka ikut menanam dan melihat bibit-bibit yang ditaman itu mulai tumbuh.

Toko WIRA TANI juga menyediakan berbagai macam pestisida, banyak deh merknya. Nah serangan ataupun gangguan pada tanaman sering juga dijumpai para Petani. Kecuali kalau Pak Tani nanamnya ganja, yang datang sih bukannya ulat, tapi Pak Polisi. Gangguang itu datang dari tamu-tamu tak diundang, ada tikus, serangga, kepik, walang sangit, ulat, apalagi ya. Tetapi sebenarnya sih maksud mereka (tikus, serangga, kepik, walang sangit, ulat dll) hanya mencari makan, sama seperti kita, tetapi itu makanan bukan untuk dihabiskan semuanya. Tahu dirilah, Pak Tani kan sudah susah-susah nanamnya, eh dimakan sama mereka. Dan Pak Tani juga harus pandai-pandai mengusir mereka, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan (loh, kayak manusia saja). Jadi Pak Tani pakai pestisidanya jangan keterlaluan, yang penting cukup mengusir hewan-hewan itu.
Dimana sih letaknya Toko WIRA TANI? Sebenarnya tidak sulit untuk menuju ke Toko itu, toko itu ada di pinggir jalan (ya dong, masak di pinggir kali). Kalau melakukan perjalanan dari Jogja ke Solo, kira-kira 5 km sebelum memasuki kota Delanggu dari arah Jogja. Anda akan melihat Sub Terminal Bis “Penggung”, nah seberang terminal itu ada jalan beraspal yang menuju ke arah Karang Anom. Kalau dari arah Jogja berarti ada di sebelah kiri jalan, jangan lurus terus nanti sampai Solo. Sepanjang jalan aspal itu Anda akan disambut kanan kiri dengan sawah dan ladang, rumah juga ada sih. Setelah sesampainya di pertigaan yang ada SMA Karang Anom dan SMP 4 Karang Anom, tidak jauh dari situ kira-kira 200 m di kiri jalan Anda akan temui papan nama Toko WIRA TANI. Tepatnya berada di RT 02 RW 06 Desa Karang Anom, Kecamatan Karang Anom. Itulah keberadaan Toko WIRA TANI yang siap menyambut para Petani.
Dan terakhir, Rahmat & Witing –Pemilik Toko- bukanlah malaikat yang selalu benar dalam berbuat. Mohon dimaklumi, masih muda masih banyak belajar, masih banyak salah. Tetapi tetap berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi para Petani.
Selasa, 21 Oktober 2008
PUTRA KURNIA, Bengkel yang berjasa bagi pemudik.
Oleh: MUHAMMAD HALIK AMIN

Perjalanan jauh seperti mudik dengan menggunakan mobil pribadi, ibarat kerja keras sampai lembur-lembur. Nggak hanya Pengemudi, tetapi juga mobilnya. Dan jangan lupa mobil juga perlu perawatan, tidak cuma manusia saja yang perlu perawatan. Mobil yang biasanya digunakan dengan perjalanan di dalam kota untuk ke kantor, saat mudik mobil dipakai dengan kondisi di luar kebiasaan, menempuh jarak yang jauh dan waktu yang lama. Nah tentunya akan mempengaruhi kondisi mobil, dan ini membutuhkan kembali perawatan. Biar kembali fresh dan siap tempur lagi menemani hari-hari kerja Anda, siapkan cek-cek kembali kondisi mobil Anda, oli mesin, air radiator, brake pad, lampu-lampu, ban. Nah perawatan mobil itu adanya di bengkel, bukan di Salon Kecantikan. Apalagi bagi para Eksekutif yang super sibuk, tidak sempat lagi merawat mobilnya sendiri.
Dan untuk merawat mobil Anda kembali, kami dengan senang hati menyambut kehadiran Anda di bengkel kami di Bengkel Mobil “PUTRA KURNIA”. Untuk yang berada di wilayah Delanggu khususnya di Jalan Raya Solo – Delanggu, bengkel kami berada di sebelum pertigaan Duta Yasa tepatnya di Jalan Pakis Raya No. 99. Kalau dari arah Jogja menuju ke Solo, bengkel kami berada di bahu kiri jalan, bersebelahan dengan Pom Bensin. Dari Pasar Delanggu sekitar 1 km perjalanan ke arah Solo, atau sekitar 10 menit kalau ditempuh dengan mobil Anda.
Kami menyediakan perawatan berbagai macam mobil, ganti oli, dan macam-macam onderdil. Masalah harga, adalah sangat terjangkau. Coba Anda rasakan sendiri mampir di Bengkel kami. Sebab kami berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Karena kepuasan pelanggan adalah modal kami, untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan.
Oh ya, bengkel ini dikelola oleh Mas Rahap putranya Pak Syamsudin “krupuk Tonanggan”. Dan di asisiteni oleh Yunanto “Atong”. Ada juga Mbak Nur yang membantu menjadi Sekretaris merangkap melayani pembeli.
Jadi bagi kolega-koleganya Mas Rahap, temen-temen sekolah, temen-temen main dulu waktu kecil, temen-temen dulu di ‘geng motor’, temen-temennya Mbak Nina, temen-temenya Mas Sidik, temen-temenya Olik, temen-temenya Mamat, semuanya yang ada diseluruh pelosok Nusantara. Coba silaturahim lagi, tentunya dengan membawa mobilnya ke Delanggu mampir di Bengkel Mobil “PUTRA KURNIA”. Bengkel ini terbuka untuk semua masyarakat, semua mobil. Tidak mengenal suku, ras, agama, golongan, apalagi partai.
Kami -Tukang Bengkel- juga manusia, manusia adalah tempatnya kesalahan. Apabila kami dalam memberikan pelayanan kepada Anda tidak memuaskan, ada yang kurang, tidak pas, tolong diingatkan, kami akan berusaha memperbaikinya. Dan apabila pelayanan kami memuaskan ceritakan kepada temen-temen Anda, rekan kerja, rekan bisnis, atau siapa saja yang mempunyai mobil. Semoga sukses hari-hari Anda.
Salam hangat dari kami –Tukang Bengkel-

Perjalanan jauh seperti mudik dengan menggunakan mobil pribadi, ibarat kerja keras sampai lembur-lembur. Nggak hanya Pengemudi, tetapi juga mobilnya. Dan jangan lupa mobil juga perlu perawatan, tidak cuma manusia saja yang perlu perawatan. Mobil yang biasanya digunakan dengan perjalanan di dalam kota untuk ke kantor, saat mudik mobil dipakai dengan kondisi di luar kebiasaan, menempuh jarak yang jauh dan waktu yang lama. Nah tentunya akan mempengaruhi kondisi mobil, dan ini membutuhkan kembali perawatan. Biar kembali fresh dan siap tempur lagi menemani hari-hari kerja Anda, siapkan cek-cek kembali kondisi mobil Anda, oli mesin, air radiator, brake pad, lampu-lampu, ban. Nah perawatan mobil itu adanya di bengkel, bukan di Salon Kecantikan. Apalagi bagi para Eksekutif yang super sibuk, tidak sempat lagi merawat mobilnya sendiri.
Dan untuk merawat mobil Anda kembali, kami dengan senang hati menyambut kehadiran Anda di bengkel kami di Bengkel Mobil “PUTRA KURNIA”. Untuk yang berada di wilayah Delanggu khususnya di Jalan Raya Solo – Delanggu, bengkel kami berada di sebelum pertigaan Duta Yasa tepatnya di Jalan Pakis Raya No. 99. Kalau dari arah Jogja menuju ke Solo, bengkel kami berada di bahu kiri jalan, bersebelahan dengan Pom Bensin. Dari Pasar Delanggu sekitar 1 km perjalanan ke arah Solo, atau sekitar 10 menit kalau ditempuh dengan mobil Anda.
Kami menyediakan perawatan berbagai macam mobil, ganti oli, dan macam-macam onderdil. Masalah harga, adalah sangat terjangkau. Coba Anda rasakan sendiri mampir di Bengkel kami. Sebab kami berusaha untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Karena kepuasan pelanggan adalah modal kami, untuk terus meningkatkan mutu dan pelayanan.
Oh ya, bengkel ini dikelola oleh Mas Rahap putranya Pak Syamsudin “krupuk Tonanggan”. Dan di asisiteni oleh Yunanto “Atong”. Ada juga Mbak Nur yang membantu menjadi Sekretaris merangkap melayani pembeli.
Jadi bagi kolega-koleganya Mas Rahap, temen-temen sekolah, temen-temen main dulu waktu kecil, temen-temen dulu di ‘geng motor’, temen-temennya Mbak Nina, temen-temenya Mas Sidik, temen-temenya Olik, temen-temenya Mamat, semuanya yang ada diseluruh pelosok Nusantara. Coba silaturahim lagi, tentunya dengan membawa mobilnya ke Delanggu mampir di Bengkel Mobil “PUTRA KURNIA”. Bengkel ini terbuka untuk semua masyarakat, semua mobil. Tidak mengenal suku, ras, agama, golongan, apalagi partai.
Kami -Tukang Bengkel- juga manusia, manusia adalah tempatnya kesalahan. Apabila kami dalam memberikan pelayanan kepada Anda tidak memuaskan, ada yang kurang, tidak pas, tolong diingatkan, kami akan berusaha memperbaikinya. Dan apabila pelayanan kami memuaskan ceritakan kepada temen-temen Anda, rekan kerja, rekan bisnis, atau siapa saja yang mempunyai mobil. Semoga sukses hari-hari Anda.
Salam hangat dari kami –Tukang Bengkel-
Olahan Ikan Lewat Blog dari Delanggu

Sekarang ini, Blog semakin banyak manfaatnya. Bagi mereka yang memiliki insting bisnis yang kuat, Blog dimanfaatkan sebagai tempat iklan gratis bagi produk-produk mereka. Sekecil apapun usaha mereka, jika ditekuni dapat mendapatkan keuntungan meskipun tidak besar. Apalagi kesempatan terbuka begitu lebar, dan biaya promosi yang begitu minim. Maka, Blog menjadi akses yang paling cepat dan mudah untuk mempromosikan produk mereka.
Salah satu warga Delanggu (meskipun sekarang tinggal di Jakarta) yang menekuni usaha olahan ikan, juga memanfaatkan jasa Blog sebagai sarana promosi gratis (akses internet lewat kantor. Jadi benar-benar gratis). Ibu satu anak yang aktif bekerja di Departemen Kelautan dan Perikanan ini ingin mengenalkan berbagai manfaat dan hasil olahan yang berasal dari laut, terutama ikan.
Bergabagai macam produk yang dihasilkan dari ikan ini dapat dilihat lewat alamat tokoolahanikan.blogspot.com/
Toko Olahan Ikan menyediakan berbagai macam hasil olahan ikan seperti siomay, udang gulung, baso ikan, bakwan ikan, tempura, ebi katsu, dan masih banyak lagi....
Melayani pembelian untuk dikomsumsi sendiri ataupun pembelian untuk dijual kembali (harga istimewa).....
Bagi anda yang berminat, dapat menghubungi kami via phone atau sms ke nomor 08156140141 atau via email ke nuning@yahoo.com atau yahoo mesengger ke id: nuning106
Sabtu, 20 September 2008
Tongseng Kepala Kambing Mbrajan.

Lebaran segera tiba. Mudik ke kampung halaman adalah ritual yang wajib dilakukan oleh siapa saja yang merantau jauh dari tanah kelahiran.
Yang kadang menjadi dan paling sering masalah adalah: menu apa yang siap disantap dan membekas dihati ketika telah balik ke tanah perantauan.
Jika anda pemudik dari Klaten khususnya, anda bisa mencoba menu yang sebenarnya sudah sangat populer di lidah, yaitu tongseng kepala kambing Mbrajan. Yang menjadi keistimewaaan dari masakan ini adalah rasanya yang diatas rata-rata. Jika boleh menilai, maka warung tongseng ini mendapatkan nilai 9,5 dari skala 10.
Yang lebih istimewa lagi adalah lokasi warung ini berada.Jika anda tidak terbiasa pergi atau mengenal wilayah Ponggok, Tulung, Klaten, dipastikan anda akan kesulitan menemukan lokasi warung ini.Paling tidak anda akan bertanya 5X kepada penduduk setempat untuk memberi petunjuk. Lebih sulit lagi karena warung ini hanya buka pada malam hari.
Ditengah rimbunnya pohon bambu dan lokasi yang sulit ditemukan, dan dinginnya malam, tidak disangka puluhan kendaraan dan mobil berjejer didepan warung tongseng itu. Anda juga harus bersabar menunggu giliran untuk menyantap tongseng atau tengkleng pesanan anda. Tiga puluh menit adalah waktu yang paling cepat hidangan sampai ke meja anda. Silakan coba sebelum menyesal.
